JABARTRUST.CIREBON – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program bantuan sosial listrik gratis menetapkan kepesertaan keluarga dalam program keluarga berencana (KB) sebagai syarat utama penerimaan bantuan tersebut. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menepati janjinya dengan melakukan penyambungan listrik perdana secara simbolis di Desa Cipinang, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon pada Rabu (7/5/2025).
Dalam acara Festival Pelayanan Publik dan Hiburan Khas Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, secara langsung menyalakan aliran listrik rumah pasangan Mastur dan Solehah sebagai penerima pertama program listrik gratis. Saat berdialog dengan pasangan ini, Dedi memastikan mereka telah menjadi peserta KB, yang memang menjadi prasyarat bagi penerima bantuan sosial.
Menurut KDM, program KB bukan untuk kepentingan pemerintah semata, melainkan demi kebaikan dan kesejahteraan keluarga itu sendiri. “Banyak pilihan untuk ikut KB, baik oleh istri maupun suami. Ada kondom, vasektomi, dan metode lain yang bisa dipilih sesuai pilihan masing-masing. Kami tidak memaksa,” jelasnya.
Solehah, salah satu penerima listrik gratis, menyampaikan bahwa dia sudah menjadi peserta KB, meskipun saat ini belum memakai kontrasepsi karena baru melahirkan. Dia berencana kembali menggunakan KB suntik setelah masa nifas selesai. “Terima kasih banyak kepada Pak Gubernur yang sudah membantu sambungan listrik dan biaya pembangunan rumah saya,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, menambahkan bahwa dari 36 penerima listrik gratis di Kabupaten Cirebon, 20 orang adalah peserta KB, sementara sisanya memiliki alasan tertentu seperti lansia, orang tua tunggal, atau ingin memiliki anak lagi.
Siska juga menjelaskan bahwa setiap pasangan usia subur (PUS) bebas memilih alat dan metode kontrasepsi yang sesuai. Pemerintah hanya bertugas menyediakan berbagai pilihan tersebut dan memastikan hak individu dihormati. Gubernur Dedi memberikan insentif hingga Rp 500 ribu bagi suami yang bersedia melakukan vasektomi sebagai bentuk dukungan kepada perempuan dan dorongan keterlibatan suami dalam program KB.
Di Kabupaten Cirebon, pelayanan KB juga terus berjalan sepanjang tahun dengan program khusus operasi pria (vasektomi) dan wanita (tubektomi) yang direncanakan bertepatan dengan hari jadi kabupaten pada 17 Mei 2025. Dinas setempat telah mendata calon peserta dari 40 kecamatan dan mencatat sebanyak 18 orang untuk vasektomi dan 231 orang untuk tubektomi yang sudah mendaftar.
Pelayanan KB terpisah dari bantuan sosial listrik gratis ini merupakan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas keluarga di Jawa Barat dan mendukung penurunan angka kelahiran berisiko secara bertahap.