JABARTRUST.ID – Forum Komunikasi Korban Kekerasan, Intimidasi Ormas Intoleran dan Anti Kebhinekaan ANNAS (Aliansi Nasional Anti Syiah) menyampaikan keprihatinan mendalam atas berbagai tindakan kekerasan, intimidasi, dan diskriminasi yang dialami warga negara.
Dalam pernyataan tertanggal 26 April 2026, forum tersebut menilai praktik intoleransi yang dilakukan oleh kelompok tertentu tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak nilai kebhinekaan, persatuan, serta keadilan sosial yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Forum menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan perlindungan terhadap seluruh warga tanpa terkecuali. Mereka juga menyatakan akan terus mengawal isu ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan.
Adapun tuntutan yang disampaikan forum adalah sebagai berikut:
1. Penegakan Hukum yang Tegas dan Adil
Mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, profesional, dan tanpa diskriminasi terhadap pelaku kekerasan, intimidasi, serta tindakan melawan hukum lainnya.
2. Perlindungan Hak Asasi Manusia
Meminta negara untuk menjamin perlindungan penuh terhadap hak-hak warga negara, termasuk kebebasan berkeyakinan, beribadah, dan hidup tanpa rasa takut.
3. Penghentian Intimidasi oleh Kelompok Intoleran
Mendesak penghentian segala bentuk tekanan, ancaman, maupun tindakan persekusi terhadap kelompok masyarakat yang berbeda pandangan atau keyakinan.
4. Pemulihan Hak dan Rehabilitasi Korban
Menuntut adanya langkah konkret dari pemerintah untuk memulihkan hak-hak korban, termasuk bantuan hukum, perlindungan, dan rehabilitasi sosial.
5. Penguatan Nilai Kebhinekaan
Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan memperkuat semangat toleransi, saling menghormati, serta hidup berdampingan secara damai dalam keberagaman.
Forum turut mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam memulihkan hak-hak korban, seperti menyediakan bantuan hukum, perlindungan, serta rehabilitasi sosial. Di sisi lain, mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat nilai toleransi dan hidup berdampingan secara damai dalam keberagaman.
Forum Komunikasi Korban Kekerasan menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan di Indonesia.
Editor: Rifqi