Home Adv PublishingTanggapan DP3AKB Jawa Barat atas Kasus Bunuh Diri Tragedi Keluarga di Bandung
Kasus Bunuh Diri Tragedi Keluarga di Bandung

Tanggapan DP3AKB Jawa Barat atas Kasus Bunuh Diri Tragedi Keluarga di Bandung

by sj
0 comments

JABARTRUST.BANDUNG, – Kepala DP3AKB Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, S.P.Dlp, M.H.Kes, mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Choiri Fauzi, dalam kunjungan takziah ke keluarga almarhumah yang meninggal dunia akibat bunuh diri bersama kedua anaknya di Desa Pasirhuni, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Dalam kesempatan tersebut, mereka menyampaikan duka yang mendalam sekaligus mendoakan agar almarhum dan kedua anaknya diterima di sisi Allah SWT.

Menteri Arifah menegaskan bahwa kasus bunuh diri tragis ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua, khususnya keluarga, untuk terus memperkuat ketahanan dan komunikasi dalam rumah tangga. Komunikasi yang terbuka antara pasangan dianggap kunci utama agar berbagai perasaan dan masalah bisa disampaikan dan diatasi bersama-sama. Selain itu, peran masyarakat juga sangat vital, di mana kepedulian terhadap tetangga yang mengalami kesulitan harus ditingkatkan tanpa merasa ikut campur, melainkan sebagai bentuk solidaritas sosial yang membantu mereka yang membutuhkan.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terus berupaya mendorong sinergi dan penguatan masyarakat untuk menghadapi masalah psikososial melalui berbagai layanan. Call Center SAPA 129 adalah salah satu layanan penting yang dapat diakses masyarakat untuk mengadu masalah kekerasan maupun persoalan keluarga yang membutuhkan dukungan.

Kepala DP3AKB Jawa Barat, dr. Siska, turut menegaskan pentingnya perlindungan perempuan dan anak, serta peningkatan layanan psikologis dan edukasi keluarga sebagai langkah preventif untuk mencegah kejadian tragis serupa. Ia menyoroti bahwa tekanan ekonomi dan persoalan rumah tangga yang tidak tertangani dapat berdampak serius pada kesehatan mental dan bahkan memicu tindakan fatal. Kekerasan dalam rumah tangga tidak selalu fisik, tapi juga bisa berupa kekerasan psikis yang sering luput dari perhatian.

Untuk itu, setiap anak berhak hidup dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang. Oleh sebab itu, masyarakat diajak untuk lebih peka dan peduli terhadap kondisi sekitar, mengenali tanda-tanda tekanan hidup, serta mendorong orang yang membutuhkan untuk mengakses layanan dukungan psikososial.

Di Jawa Barat, layanan konseling dan edukasi keluarga dapat diakses secara gratis melalui PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) di seluruh kabupaten/kota. Puspaga menyediakan konsultasi, edukasi, dan dukungan psikologis untuk membantu keluarga menjalankan peran pengasuhan secara optimal serta pencegahan kekerasan dan masalah keluarga lain. Layanan hotline Puspaga Jawa Barat dapat dihubungi melalui nomor 0856-4380-8032.

Sebagai bentuk komitmen, DP3AKB Jawa Barat terus menjalankan program-program strategis yang fokus pada penguatan keluarga dan perlindungan perempuan serta anak, antara lain:

  • PUSPAGA: Konseling, konsultasi, dan edukasi terkait pengasuhan dan komunikasi keluarga.

  • Sekolah Parenting Ayah dan Ibu: Pengembangan keterampilan mengasuh anak sesuai tahap perkembangannya.

  • Sekolah Pranikah: Persiapan calon pengantin agar membangun rumah tangga harmonis dan sehat.

  • Sekolah Perempuan: Pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan kapasitas, kepemimpinan, dan kesadaran hak.

  • Jabar Cekas: Edukasi pencegahan kekerasan secara proaktif oleh masyarakat.

Melalui program-program ini, DP3AKB Jawa Barat berharap dapat mengurangi kompleksitas masalah keluarga dan tekanan psikologis yang berpotensi berujung tragis.

DP3AKB juga mengajak masyarakat untuk jangan ragu mencari bantuan melalui layanan SAPA 129 atau UPTD PPA di kabupaten/kota masing-masing sebagai ruang pengaduan, konseling, dan pendampingan hukum maupun psikososial.

Menteri Arifah Choiri Fauzi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peristiwa memilukan ini sebagai momentum memperkuat kepedulian, menjaga ketahanan keluarga, dan memastikan setiap perempuan dan anak di Jawa Barat dapat hidup dengan aman serta terlindungi agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

You may also like