JABARTRUST.BANDUNG, – Tama, bayi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) berusia 8 bulan, kini menjadi penghuni terbaru di Bandung Zoo, Jawa Barat. Kehadirannya di tengah dinamika internal taman hewan tersebut menarik perhatian publik, apalagi kondisinya yang memerlukan perhatian ekstra sejak lahir.
Sejak lahir, induk Tama menolak menyusui bayinya, sehingga perawatan dan pemberian susu sepenuhnya menjadi tanggung jawab para keeper di taman klinik hewan Bandung Zoo. Meski demikian, Tama tetap beraktivitas ceria dengan berjemur dan bergelantungan di taman, menunjukkan perkembangan yang baik di usia yang rentan tersebut.
Kehadiran Tama menambah koleksi orangutan di Bandung Zoo menjadi enam ekor. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengambil peran sebagai orang tua asuh bayi orangutan ini, sebagai wujud kepedulian dan dukungan untuk konservasi satwa langka yang dilindungi.
Di tengah konflik manajemen yang sempat menghambat operasional Bandung Zoo, perawatan Tama tetap berjalan dengan baik berkat dukungan dari para keeper yang telaten merawat bayinya. Setiap hari, Tama harus diberikan susu secara berkala, dan perawatnya selalu memastikan anak orangutan ini mendapatkan perhatian yang layak meski kondisi lingkungan sering menantang.
Foto-foto Tama yang beredar menunjukkan kelucuan dan kelincahan bayi orangutan yang menjadi kebanggaan Bandung Zoo. Penampilan Tama yang sedang digendong keeper atau aktif bermain, menjadi cerminan harapan akan keberlangsungan konservasi dan perlindungan satwa di Indonesia.
Kondisi Tama mengingatkan pentingnya peran kebun binatang tidak hanya sebagai tempat hiburan, tetapi juga pusat konservasi satwa langka yang terancam punah. Perhatian lebih terhadap kesejahteraan satwa harus tetap menjadi prioritas di tengah konflik internal yang ada.