JABARTRUST.BANDUNG, –Monsun Australia kini mendominasi atmosfer di wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bandung, yang berperan besar dalam turunnya suhu udara menjadi lebih dingin. Suhu udara yang tercatat mencapai 17 derajat Celsius sejak dini hari hingga pagi hari Kamis (28/8) membuat warga merasakan sensasi dingin yang menusuk tulang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung menjelaskan fenomena ini merupakan dinamika khas musim kemarau yang berlangsung saat ini. Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin langsung berpengaruh pada perubahan suhu di kawasan Bandung Raya.
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menuturkan bahwa kehadiran Monsun Australia menyebabkan perbedaan suhu harian yang cukup kontras. Di siang hari, cuaca cenderung panas, tetapi saat dini hari hingga pagi hari udara terasa sangat dingin dan sejuk.
“Faktor ini menyebabkan suhu siang hari panas, tapi di dini hari hingga pagi sangat dingin,” ujar Teguh.
Selain itu, langit yang cerah di malam hari menyebabkan pelepasan panas dari permukaan bumi berjalan lebih cepat. Udara kering dari Monsun Australia memungkinkan panas matahari terserap secara maksimal pada siang hari, namun saat malam hari energi panas tersebut dilepaskan kembali ke atmosfer, menurunkan suhu dengan drastis.
BMKG mencatat pola suhu ekstrem ini telah berlangsung beberapa pekan terakhir dan diperkirakan bertahan hingga akhir Agustus 2025. Warga Kabupaten Bandung diimbau untuk mewaspadai perubahan suhu yang cukup ekstrem dari siang ke malam hari dan menyesuaikan aktivitas serta perlindungan diri.
Fenomena suhu dingin ini juga lebih terasa di wilayah dataran tinggi seperti Lembang yang mencatat suhu lebih rendah dibanding wilayah perkotaan. Perbedaan suhu jelas terlihat antara panasnya siang hari dan dinginnya malam hari di kawasan tersebut.
“Fenomena suhu dingin di pagi hari diperkirakan akan tetap terjadi sampai dengan akhir Agustus,” pungkas Teguh.