Home » Mengenal 5 Distro Legendaris Bandung yang Masih Eksis Hingga Kini

Mengenal 5 Distro Legendaris Bandung yang Masih Eksis Hingga Kini

by red
147 views

Istilah distro yang merupakan singkatan dari “distribution outlet” sudah sangat familiar di kalangan anak muda, terutama pecinta fashion dengan gaya indie dan desain unik. Kota Bandung dikenal sebagai pusat lahirnya berbagai distro yang kini menjadi ikon gaya hidup dan budaya anak muda Indonesia. Berikut ini adalah lima distro Bandung bersejarah yang masih bertahan dan tetap digemari hingga saat ini.

1.UNKL347

Didirikan pada tahun 1996 oleh Dendy Darman dengan nama awal 347boardrider.co, UNKL347 lahir dari kecintaan pada dunia selancar, skateboard, dan musik. Pada tahun 2006, nama brand ini berubah menjadi UNKL347 dan tetap eksis hingga sekarang. Dengan desain yang simpel namun elegan, UNKL347 dianggap sebagai pelopor distro di Bandung bahkan Indonesia. Produk-produknya yang berkualitas dan gaya khasnya masih menjadi favorit banyak anak muda.

2.RSCH

RSCH Didirikan pada tahun 1997 oleh tiga sahabat, Muhammad Rizki Yanuar, Irman, dan Arif Marcom, di tengah krisis moneter Indonesia. Mereka melihat peluang untuk menghadirkan produk lokal bagi pecinta skateboard yang sebelumnya lebih memilih produk luar negeri. RSCH dikenal dengan desain tipografi yang unik dan minim gambar berlebihan. Kini, RSCH telah memiliki outlet di berbagai kota besar Indonesia dan bahkan dikenal di Australia.

3. Maternal Disaster

Dibentuk pada tahun 2003 oleh Vidi Nurhadi Ranadipura dan teman-temannya, Maternal Disaster dikeluarkan dari komunitas musik keras, olahraga ekstrim, dan film horor. Brand ini memiliki ciri khas desain bertema metal dengan motif tengkorak, tulang, dan kawat berduri. Produk mereka sangat beragam, mulai dari pakaian hingga perlengkapan olahraga dan alat musik. Uniknya, mereka juga menyediakan seragam OSIS SMA, sebuah inovasi yang menarik.

4. Blood

Bloods, yang berarti “darah”, didirikan oleh Firmansyah Patriaman pada tahun 2002 dengan nama awal Blood Sheed Rain. Awalnya fokus pada tema metal dengan desain menyeramkan, Bloods kemudian memperluas pasar dengan menghadirkan desain yang lebih trendi dan disukai anak muda. Bloods juga merambah ke segmen anak-anak dengan Bloods Kids dan membangun komunitas pecinta skateboard dan musik melalui Bloods Skate Invasion dan Bloods Records.

5. Screamous

Dibentuk pada tahun 2004 oleh Nino Norman, Screamous mengusung logo mahkota yang melambangkan kepemimpinan dan prestise. Dengan moto “Home Town Pride”, Screamous menyasar anak muda usia 18-24 tahun dengan gaya yang lebih universal, tidak terikat pada genre musik tertentu. Brand ini pernah berkolaborasi dengan band rock stoner ternama Indonesia, The Sigit, pada tahun 2014, menegaskan posisinya sebagai distro yang kreatif dan inovatif.

Distro kelima ini bukan hanya menawarkan pakaian, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan identitas anak muda Bandung. Dengan sejarah panjang dan inovasi yang terus berjalan, distro-distro ini membuktikan bahwa fashion lokal mampu bersaing dan tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Jadi, bagi Anda yang ingin merasakan gaya asli Bandung, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi dan mengenal lebih dekat distro-distro legendaris ini!

You may also like