JABARTRUST.BANDUNG, – Noel Gallagher, lahir pada 29 Mei 1967 di Longsight, Manchester, Inggris, adalah sosok gitaris sekaligus penulis lagu legendaris dari band Britpop terkenal, Oasis. Band ini menjadi ikon musik era 90-an di Inggris. Saat ini, Noel melanjutkan perjalanan musiknya dalam karir solo di bawah nama Noel Gallagher High Flying Birds.
Tahun kelahiran Noel bertepatan dengan puncak karier The Beatles ketika mereka merilis album revolusioner Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band yang menjadi tonggak perkembangan musik dunia. Sejak itu, pengaruh The Beatles sangat membekas dalam karya-karya Noel, membuatnya dikenal sebagai penggemar berat dan terinspirasi langsung dari John Lennon cs.
Oasis resmi bubar pada 2009 akibat seringnya konflik antara Noel dan sang adik, Liam Gallagher. Setelah perpisahan itu, Liam membentuk band Beady Eye, sementara Noel memilih jalur solo. Walau dunia musik kini jarang menemukan sosok musisi kontroversial setingkat para legenda seperti Lennon, Bob Dylan, hingga Kurt Cobain, Noel tetap dikenal sebagai pengecualian yang berjiwa rock and roll dan penuh karisma.
Selain kesuksesannya menciptakan lagu dan konser besar yang dihadiri ribuan penggemar, Noel juga dikenal berbakat menyuarakan pendapat kontroversial dan pandangannya yang kritis tentang dunia musik. Meskipun gaya hidupnya kadang terkait dunia malam dan narkotika, ia tetap dihormati oleh sesama musisi dan dianggap sebagai salah satu penulis lagu terbaik zamannya.
Noel kerap mengeluarkan pernyataan kritis terhadap beberapa musisi, termasuk Lady Gaga, Blur, Radiohead, dan bahkan bandnya sendiri, Oasis. Ia menyebut beberapa album Oasis seperti Be Here Now dan Standing on the Shoulder of Giants kurang menginspirasi dan tak pernah menontonnya lagi.
Karya-karyanya pun banyak mendapatkan sentuhan dan penghormatan kepada The Beatles. Lagu Don’t Look Back in Anger memiliki intro yang mirip dengan lagu Imagine milik John Lennon, sementara bagian ending lagu She’s Electric meniru With a Little Help from My Friends dari album Sgt. Pepper’s. Ia bahkan menggunakan judul dan lirik lagu The Beatles dalam beberapa lagunya untuk menghormati pengaruh besar band legendaris tersebut.
Selain Lennon, Noel juga mengaku mengidolai Kurt Cobain, pentolan Nirvana. Ia menganggap keduanya memiliki beberapa persamaan, dan berharap suatu saat bisa bertemu dengan Cobain.
Kini, Noel Gallagher berupaya menulis babak baru dalam karirnya di luar bayang-bayang Oasis, membawa nama Noel Gallagher High Flying Birds sebagai manifestasi baru dari karya musiknya. Meskipun jalan hidupnya penuh kontroversi, ia tetap menjadi simbol rock and roll yang tak tergantikan dalam sejarah musik Inggris.***