Home » Kericuhan Usai Laga PSIM Jogja vs Persib Bandung: Komentar Ketua Umum PSSI dan Upaya Pengendalian Suporter
Kericuhan Usai Laga PSIM Jogja vs Persib Bandung: Komentar Ketua Umum PSSI dan Upaya Pengendalian Suporter

Kericuhan Usai Laga PSIM Jogja vs Persib Bandung: Komentar Ketua Umum PSSI dan Upaya Pengendalian Suporter

by edt
Published: Updated: 60 views

JABARTRUST..JAKARTA,  – Kericuhan antar suporter terjadi usai pertandingan panas antara PSIM Jogja dan Persib Bandung yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul. Insiden terjadi di luar stadion, memicu kekhawatiran soal keamanan dan pengendalian massa dalam kompetisi Super League 2025/2026.

Kerusuhan bermula dari insiden bus rombongan suporter Persib yang menyerempet salah satu suporter PSIM di area simpang empat Pingit, Kota Yogyakarta, sekitar pukul 21.00 WIB. Meskipun permasalahan ini sempat diselesaikan dengan korban mendapat perawatan di rumah sakit dan santunan sebesar Rp 2,5 juta, kabar simpang siur yang beredar memicu reaksi berantai dan bentrokan di beberapa titik lain.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberi tanggapan atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa semua permasalahan terkait kompetisi, termasuk pengelolaan suporter, adalah tanggung jawab penuh klub dan operator liga (I.League).

“Tanya ke Liga, PSSI sudah serahkan tanggung jawab ke mereka. Kami terus memonitor langkah yang dilakukan,” ujar Erick di Hotel Mulia pada Senin malam.

Erick menekankan bahwa keselamatan suporter harus menjadi prioritas utama. Liga dan klub-klub harus bertanggung jawab agar suporter pulang dengan selamat dan tidak terjadi insiden memprihatinkan.

Sebagai langkah positif, Erick memuji pengelolaan suporter Persija Jakarta yang dikenal baik dalam mengendalikan kelompok penyokongnya, The Jakmania. Ia berharap semua klub di Indonesia bisa mencontoh langkah Persija tersebut.

Lebih lanjut, Erick meminta agar I.League menerapkan aturan keras dan kebijakan tegas untuk mengatur perilaku suporter. Hal ini juga sesuai dengan peringatan yang diberikan FIFA agar tidak ada lagi insiden kericuhan yang serius.

“Saya akan intervensi kalau perlu, sama seperti saat kami intervensi soal VAR dan perwasitan di Liga 1 dan Liga 2 yang akhirnya membaik,” tegas Erick.

Masyarakat dan pengamat sepak bola berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar kiprah sepak bola nasional berjalan dengan aman dan tertib.

You may also like