Home Adv PublishingKemenduk bangga Gandeng Lazismu Bedah Dua Rumah Keluarga Berisiko Stunting di Bandung
Kemenduk bangga Gandeng Lazismu Bedah Dua Rumah Keluarga Berisiko Stunting di Bandung

Kemenduk bangga Gandeng Lazismu Bedah Dua Rumah Keluarga Berisiko Stunting di Bandung

by edt
0 comments

JABARTRUST.BANDUNG, – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, memastikan akan membedah dua rumah tidak layak huni milik keluarga berisiko stunting (KRS) di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Program ini terlaksana berkat kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu).

Menteri Wihaji bersama Direktur Pendayagunaan dan Pendistribusian Lazismu, Ardi Luthfi Kautsar, meninjau langsung kondisi rumah dua keluarga tersebut pada 12 Juli 2025 usai menghadiri kegiatan Retreat dan Jambore Bangga Kencana Jawa Barat di Rancaupas, Kabupaten Bandung. Kedua rumah ini secara keseluruhan dihuni 17 orang yang terdiri dari beberapa kepala keluarga, termasuk anak-anak yang berpotensi tinggi mengalami stunting.

Rumah pertama milik pasangan Roisah dan Aceng dihuni tiga kepala keluarga, yakni orang tua dan dua anaknya beserta keluarga anak-anaknya, dengan jumlah anggota mencapai 12 orang. Rumah seluas 60 meter persegi ini merupakan hunian yang sangat padat dan belum memenuhi standar kesehatan.

Rumah kedua dihuni lima anggota keluarga, termasuk seorang ibu hamil dan balita, tetapi kondisi rumah ini tidak memiliki fasilitas jamban yang layak.

Menurut Menteri Wihaji, program ini merupakan bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), kolaborasi dengan korporasi dan perbankan yang memberikan bantuan cepat dan tidak berbelit. “Kami menyediakan data keluarga berisiko secara rinci untuk penyaluran bantuan tepat sasaran. Bedah rumah ini juga dilengkapi intervensi pemenuhan gizi agar dampak pencegahan stunting optimal,” tambahnya.

Lazismu menyiapkan bantuan renovasi senilai Rp 50 juta per rumah, termasuk biaya material dan tenaga kerja. Ardi Luthfi Kautsar menjelaskan bahwa bantuan tersebut akan direalisasikan secara langsung tanpa perantara.

“Inisiatif ini penting untuk memastikan keluarga kurang mampu tinggal di lingkungan sehat yang mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Ardi.

Program bedah rumah ini diharapkan menjadi model kolaborasi multisektor yang efektif mengatasi masalah stunting dari akar penyebab, yakni kondisi hunian yang tidak layak.

You may also like