JABARTRUST.BEKASI, – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifah Fauzi, kembali menebar kebaikan melalui rangkaian program Jelajah Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA). Kali ini, kegiatan digelar di SD Dinamika Indonesia, Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, dengan pembagian 300 paket bantuan.
Paket bantuan yang diberikan berupa 300 kilogram ikan segar hasil dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta 300 perlengkapan sekolah dan uang tunai sebesar Rp150 ribu per anak, disalurkan kepada 300 siswa yang berada di kawasan tersebut. Bantuan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Jelajah SAPA diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 yang jatuh pada 23 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak, khususnya di lingkungan pendidikan dasar, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Menteri Arifah menegaskan bahwa Jelajah SAPA bukan sekadar kunjungan rutin, tapi komitmen pemerintah untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan memastikan setiap anak dan perempuan memiliki ruang aman untuk tumbuh serta berkembang secara optimal.
“Anak-anak di kampung pemulung ini adalah generasi yang hebat dan tangguh. Mereka memiliki semangat dan cita-cita tinggi, dari yang ingin menjadi tentara, polisi, bahkan presiden di masa depan,” ujar Arifah di hadapan murid-murid.
Menteri PPPA juga memberikan apresiasi pada peran orang tua, guru, dan masyarakat sekitar karena ikut mendampingi dan mendidik anak-anak untuk menghadapi masa depan dengan baik.
Peringatan HAN tahun ini dilakukan secara desentralistik, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang terpusat. Semua sekolah di seluruh Indonesia ikut andil merayakan hal tersebut, sebagai wujud nyata pemberdayaan dan perlindungan anak yang merata.
Kehadiran Menteri Arifah bersama jajaran pejabat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, DP3AKB Jawa Barat, Baznas, Pemkot Bekasi, dan pihak sekolah memberikan semangat baru bagi masyarakat lokal untuk terus membangun lingkungan yang ramah bagi perempuan dan anak.