Home » Jejak Sejarah Klub Sepak Bola di Bursa Efek Indonesia: Menanti Gebrakan Persib Bandung

Jejak Sejarah Klub Sepak Bola di Bursa Efek Indonesia: Menanti Gebrakan Persib Bandung

by red
140 views

Dunia sepak bola Indonesia memasuki babak baru, tidak hanya di lapangan hijau, tetapi juga di lantai bursa. Setelah sukses meraih gelar back-to-back champion BRI Liga 1, klub raksasa Persib Bandung melalui perusahaan induk pengelolanya, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) , menandakan kesiapan untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) dan melepas saham ke publik. Sebuah langkah ambisius yang berpotensi menandai era baru profesionalisme di kancah sepak bola nasional.

Glenn Timothy Sugita, CEO PT PBB , menegaskan optimisme klub kebanggaan warga Jawa Barat ini dalam menatap tantangan baru. “Kami melihat Persib Bandung lebih sehat, manajemen maupun struktur bisnis. Langkah menuju IPO bukan lagi sekedar mimpi, tapi sesuatu yang bisa segera diwujudkan,” ujar Glenn. Respons positif pun bermunculan, dari pejabat pemerintahan hingga Bobotoh setia, menunjukkan antusiasme terhadap potensi ini. Jika terealisasi, Persib akan menjadi entitas klub sepak bola kedua di Indonesia yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) .

Sebelum Persib Bandung, publik tentu masih ingat jejak langkah pionir yang telah membuka jalan di bursa saham. Bali United , melalui perusahaan induknya PT Bali Bintang Sejahtera Tbk , telah mencatat sejarah sebagai klub sepak bola pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, yang go public . Pada Senin, 17 Juni 2019, emiten dengan kode saham “BOLA” ini resmi melakukan pencatatan saham perdana setelah proses IPO yang dimulai Mei 2019.

Dengan perolehan dana sebesar Rp 350 miliar, Bali United berhasil menjadi perusahaan publik ke-632 yang terdaftar di BEI. Perjalanan menuju IPO bukan hal mudah bagi “BOLA”. Setelah bertahun-tahun mengejar prospek yang memuaskan, mereka akhirnya menuntaskan proses penawaran umum dan pencatatan saham.

Per 30 September 2024, struktur pemegang saham “BOLA” menunjukkan alokasi terbesar dimiliki oleh publik (47,78%), diikuti oleh Pieter Tanuri (38,26%), PT Asuransi Central Asia (8,88%), dan Ayu Patricia Rachmat (5,08%).

Secara finansial, emiten “BOLA” memang mengalami fluktuasi, namun menunjukkan pertumbuhan positif di akhir tahun 2024. Setelah sempat merugi bersih pada Q3, mereka berhasil mencetak keuntungan bersih Rp 7,645 miliar dari penghasilan Rp 155,699 miliar pada Q4, melanjutkan tren positif dari Q1 dan Q2. Pertumbuhan ini tentu menarik perhatian, apalagi di tengah rencana IPO Persib Bandung.

Sejarah PT Bali Bintang Sejahtera (BBS) sendiri berawal dari akuisisi bisnis klub sepak bola Putra Samarinda (Pusam) pada akhir 2014, yang kemudian berganti nama menjadi “Bali United Pusam” dan memindahkan homebase ke Gianyar, Bali. Pada tahun 2016, klub ini resmi menjadi “Bali United”.

Namun, unit bisnis PT BBS tidak hanya terbatas pada klub sepak bola. Mereka juga merambah ke berbagai sektor, termasuk perdagangan eceran peralatan olahraga, minuman non-alkohol, pakaian, tas, dompet, serta aktivitas konsultasi manajemen, konsultasi bisnis, broker bisnis, hingga aktivitas perusahaan holding . Dana hasil IPO pun dialokasikan untuk belanja modal, pengembangan fasilitas stadion dan latihan, perluasan outlet Bali United Store dan Playland, pengembangan teknologi aplikasi dan CRM untuk fans, serta penguatan permodalan untuk rekrutmen pemain, pelatih, event, dan operasional.

Struktur perseroan “BOLA” juga mencakup beberapa perusahaan, seperti PT. Bali Boga Sejahtera, PT. Ekonomi Baru Investasi Teknologi, PT. IOG Indonesia Sejahtera, PT. Kreasi Karya Bangsa, PT. Manusia Masa Depan, PT. Pedagang Aset Kripto, PT. Radio Swara Bukit Bali Indah, dan PT. Rahasia Gadis Nusantara. Diversifikasi bisnis ini menunjukkan potensi dan strategi jangka panjang yang menarik bagi investor.

Prospek emiten dengan perusahaan inti yang bergerak di bidang sepak bola, seperti yang ditunjukkan oleh Bali United, memiliki unsur positif yang bisa mengejutkan pasar. Kini, seluruh mata diperingati pada langkah-langkah konkret yang akan diambil Persib Bandung. Jika terealisasi, IPO Persib tidak hanya akan membuka peluang investasi baru, tetapi juga akan memperkuat profesionalisme dan transparansi industri sepak bola Indonesia, membawa harapan baru bagi pengembangan klub dan ekosistem sepak bola secara keseluruhan.

You may also like