JABARTRUST.BANDUNG – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa keberhasilan penurunan angka stunting di Jawa Barat sangat menentukan tren penurunan stunting secara nasional. Dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, capaian Jawa Barat langsung berdampak signifikan bagi angka stunting Indonesia secara keseluruhan.
“Prevalensi stunting di Jawa Barat sudah menurun ke angka 15,9 persen pada 2024, turun 5,8 persen dari tahun sebelumnya, dan ini memberikan pengaruh besar pada angka nasional yang mencapai 19,8 persen,” ujar Wihaji saat memberikan sambutan di acara Retreat dan Jambore Bangga Kencana Jawa Barat yang digelar di Rancaupas, Kabupaten Bandung.
Wihaji mengungkapkan bahwa target nasional untuk 2029 adalah menekan angka prevalensi stunting ke level 14 persen. Oleh karena itu, dirinya memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras semua pihak di Jawa Barat yang berhasil menekan angka stunting jauh di bawah rata-rata nasional.
Sebagai langkah strategis percepatan penurunan stunting, Wihaji memerintahkan para penyuluh keluarga berencana (PKB) berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kabupaten dan kota. Dengan demikian, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD bisa mendapatkan makanan bergizi gratis (MBG) secara langsung di rumah mereka.
Kerja sama Kemendukbangga/BKKBN dengan Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan pondasi distribusi MBG tersebut. PKB dan tim pendamping keluarga (TPK) bertugas mengantarkan makanan bergizi tepat sasaran.
Wihaji menambahkan, pemerintah pun telah mengatur pembiayaan transportasi pengantaran bantun makanan ke rumah ibu dan anak agar program berjalan lancar tanpa kendala.
Dalam kesempatan tersebut, Wihaji juga mengingatkan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak. Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) menjadi respons atas fenomena “fatherless” yang masih tinggi di Indonesia, yaitu sebanyak 20,9 persen anak yang kehilangan kehadiran ayah baik secara fisik maupun emosional.
“Saat ini keluarga baru dalam kehidupan anak bukan hanya orang tua, tapi juga gadget yang memengaruhi perkembangan otak mereka. Oleh karena itu, keterlibatan langsung ayah sangat diperlukan,” pungkas Wihaji.
Acara yang dihadiri lebih dari 2.000 peserta dari kalangan PKB dan ASN Kemendukbangga Jawa Barat ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan semangat dan strategi baru dalam menghadapi tantangan pembangunan keluarga.