JABARTRUST.INDIA, – Harimau melanistik adalah varietas harimau Bengal yang sangat langka dan unik, dikenal dengan bulu hitam pekat akibat tingginya kadar melanin yang dimilikinya. Fenomena ini terjadi karena mutasi genetik langka yang menghasilkan garis-garis gelap tebal pada bulu harimau ini. Keberadaan harimau melanistik sebagian besar hanya ditemukan di Cagar Alam Similipal, sebuah kawasan konservasi yang terletak di negara bagian Odisha, India.
Penampakan harimau hitam ini pertama kali tercatat pada awal tahun 1990-an di Similipal. Sejak saat itu, beberapa laporan tentang kemunculan harimau melanistik terus muncul, meskipun jumlah pasti dari populasi harimau hitam di kawasan tersebut masih menjadi misteri dan belum terungkap secara pasti hingga kini.
Harimau melanistik sebenarnya merupakan hasil kondisi yang dikenal sebagai pseudo-melanisme, di mana garis-garis pola bulu menjadi sangat tebal hingga hampir menyatu, sehingga terlihat dominan hitam. Studi genetika terbaru menunjukkan bahwa mutasi gen pada kromosom yang mengatur pigmentasi bulu, khususnya gen Transmembrane Aminopeptidase Q (taqpep), merupakan penyebab utama dari fenomena langka ini.
Selain menjadi daya tarik ilmiah, keberadaan harimau melanistik menjadi indikator penting tentang kondisi populasi harimau di Similipal. Para ahli melihat fenomena ini sebagai tanda adanya tantangan konservasi, termasuk risiko perkawinan antar kerabat dekat yang terjadi akibat rendahnya keragaman genetik populaasi berbagai harimau di habitat tersebut. Hal ini kerap dipicu oleh fragmentasi habitat yang disebabkan aktivitas manusia.
Sebagai salah satu keajaiban alam, harimau melanistik mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian habitat liar dan upaya konservasi yang terus berlanjut agar spesies langka ini tetap bertahan dan berkembang secara alami.