Home NewsGubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Usulkan Relokasi Industri Pertahanan ke Bandara Kertajati untuk Dorong Perkembangan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Usulkan Relokasi Industri Pertahanan ke Bandara Kertajati untuk Dorong Perkembangan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Usulkan Relokasi Industri Pertahanan ke Bandara Kertajati untuk Dorong Perkembangan

by edt
0 comments

JABARTRUST.BANDUNG, – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengemukakan wacana strategis terkait pemindahan industri pertahanan nasional yang berlokasi di Kota Bandung, seperti PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Pindad, ke kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat perkembangan industri pertahanan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang lebih luas dan mendukung aktivitas operasional yang selama ini terbatas di Bandung.

Dedi menjelaskan bahwa lokasi di Bandung sudah menghadapi keterbatasan, terutama ruang untuk menjalankan uji coba pesawat yang terdampak oleh kepadatan penduduk. “Saya berkomunikasi dengan Direktur Utama PTDI, PT Pindad, dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), dan kami sepakat bahwa pengembangan di Bandung sulit dilakukan secara optimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dedi menyatakan bahwa lahan di Kertajati merupakan tanah negara yang luas, dikelola oleh berbagai instansi seperti Kementerian Kehutanan dan Perhutani, sehingga amat memungkinkan untuk menjadi pusat industri pertahanan sekaligus dijadikan kawasan ekonomi khusus.

Rencana ini juga mencakup pemindahan pangkalan Angkatan Udara dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Kertajati, yang diyakini dapat memberikan dukungan fasilitas yang lebih baik bagi operasional pesawat tempur seperti F-16.

Menurut Dedi, dengan adanya konsentrasi industri pertahanan di Kertajati, selain perkembangan ekonomi yang lebih pesat, aktivitas penerbangan komersial juga akan meningkat secara signifikan. Hal ini akan menarik maskapai untuk membuka lebih banyak rute dan memperkuat konektivitas wilayah Jawa Barat.

Selain itu, pemindahan industri pertahanan ini diperkirakan dapat menghemat pengeluaran pemerintah provinsi. Saat ini Pemprov Jawa Barat mengeluarkan dana sekitar Rp 60 miliar setiap tahun untuk pengelolaan bandara yang akan bisa dialihkan untuk kebutuhan lain setelah industri pertahanan mengambil alih biaya operasional tersebut.

“Dengan industri pertahanan beroperasi di sana, biaya perawatan bandara tidak lagi menjadi beban APBD Jawa Barat. Ini tentu menjadi efisiensi yang sangat menguntungkan,” ujar Gubernur.

Wacana pemindahan ini mendapat respons positif dari berbagai pihak yang terlibat dan diyakini dapat membawa transformasi positif bagi pengembangan industri strategis di Jawa Barat.

You may also like