JABARTRUST.JAKARTA, – Anggota Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak hanya mengandalkan kesempatan kerja dari pemerintah. Menurutnya, pola pikir seperti itu mencerminkan mentalitas kolonial yang sudah tidak relevan di era modern saat ini.
Dalam pernyataan yang viral di media sosial, Rahayu menekankan pentingnya kreativitas dan jiwa kewirausahaan. “Kalau punya kreativitas, jadilah pengusaha. Jadilah entrepreneur daripada cuma mengeluh nggak ada kerjaan,” ujarnya tegas.
Ia mendorong para anak muda untuk menggali dan mengoptimalkan kemampuan mereka serta memanfaatkan peluang yang ada. Rahayu memberi contoh bisnis sederhana yang bisa dimulai dengan mudah, seperti usaha kuliner bagi yang pandai memasak atau bisnis fesyen untuk yang mahir menjahit.
“Bikin kerja buat teman-teman, kalau lo bisa masak, bikinlah bisnis kuliner. Bisa jahit, bikinlah bisnis fesyen,” tambahnya.
Seruan ini dimaksudkan sebagai tantangan bagi mereka yang masih menunggu bantuan pemerintah, agar lebih aktif menciptakan lapangan kerja sendiri.
Namun, pernyataan ini juga menimbulkan beragam respons. Sebagian mendukung dan menganggapnya inspiratif, sementara sebagian lain berpendapat pernyataan tersebut kurang mempertimbangkan realitas ekonomi yang sulit, di mana modal dan akses usaha tidak mudah didapat oleh semua orang.
Meski mendapat kritik, Rahayu tetap kukuh pada pendiriannya bahwa kemandirian adalah langkah penting menuju masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Indonesia.