JABARTRUST.GARUT, – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat bersama Dinas PPKBPPPA Kabupaten Garut menggelar kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak yang menyasar pelajar di 10 sekolah SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Garut, salah satunya SMAN 6 Garut. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, dengan tujuan meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap perlindungan anak, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan kekerasan, dan pernikahan usia dini.
Kepala DP3AKB Jabar, dr. Siska Gerfianti, menegaskan bahwa kekerasan dalam berbagai bentuk—fisik, verbal, emosional, hingga kekerasan berbasis gender—tidak boleh dianggap sebagai hal biasa dalam lingkungan sosial maupun sekolah. “Jangan menormalisasi kekerasan atas nama pergaulan, candaan, atau tradisi. Semua bentuk kekerasan harus dilawan,” ujarnya dalam sambutan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Garut drg. Luthfianisa Putri Karlina, MBA, mengajak para pelajar untuk menjadi pelopor penolakan kekerasan. Ia menekankan bahwa sekolah adalah tempat bukan hanya belajar ilmu pengetahuan, tapi juga membangun karakter dan empati. “Jangan diam jika melihat atau menjadi korban kekerasan, laporkan! Dengan berbicara, kita bisa mencegah lebih banyak korban,” tegasnya.
Acara diisi dengan rangkaian edukasi dari perwakilan Kejaksaan Negeri Garut, kepala sekolah SMAN 6 Garut Saepuloh, dan Kepala DPPKBPPPA Garut Yayan Waryana. Materi yang disampaikan mencakup perlindungan hukum di lingkungan pendidikan, peran sekolah dalam membentuk karakter, serta upaya membangun budaya anti kekerasan yang berkelanjutan.
Selain kampanye, peserta juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, meliputi cek tensi, status gizi, kesehatan mental, sampai skrining penyakit tidak menular dan TBC.
Melalui kampanye ini, pihak pemerintah daerah berharap sekolah-sekolah di Garut menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak, serta meningkatkan kesadaran generasi muda untuk menolak dan melawan segala bentuk kekerasan.