Home » Bandung Masuk 12 Kota Termacet Dunia, Jakarta Alami Peningkatan Signifikan

Bandung Masuk 12 Kota Termacet Dunia, Jakarta Alami Peningkatan Signifikan

by red
62 views

Laporan tahunan TomTom Traffic yang merilis data lalu lintas dari 500 kota di 62 negara di enam benua mengungkap fakta mengejutkan: Kota Bandung menempati posisi ke-12 sebagai kota dengan tingkat kemacetan tertinggi di dunia pada tahun 2024. Sementara itu, Jakarta yang sebelumnya berada di peringkat 30 pada tahun 2023, kini berhasil turun ke posisi 90, menandakan perbaikan signifikan dalam penutupan lalu lintas ibu kota.

Menurut laporan TomTom, rata-rata waktu perjalanan di Bandung untuk jarak 10 kilometer mencapai 32 menit 37 detik. Total waktu yang hilang akibat kemacetan di Bandung diperkirakan mencapai 108 jam per tahun. Angka ini menunjukkan betapa beratnya tantangan mobilitas di kota yang dikenal sebagai Paris van Java tersebut.

Di sisi lain, Jakarta mencatat rata-rata waktu perjalanan 25 menit 31 detik untuk jarak yang sama, dengan waktu hilang akibat kemacetan juga sebesar 108 jam per tahun. Penurunan posisi Jakarta dari peringkat 30 hingga 90 menunjukkan adanya perbaikan dalam manajemen lalu lintas, meskipun kemacetan masih menjadi permasalahan yang signifikan.

TomTom menjelaskan bahwa kemacetan merupakan hasil interaksi antara faktor statistik dan dinamis:

  • Faktor Statistik: Meliputi infrastruktur jalan, kapasitas jalan, kategori jalan, dan batas kecepatan yang berlaku.
  • Faktor Dinamis: Meliputi kemacetan lalu lintas, pekerjaan jalan, kondisi cuaca buruk, dan gangguan lain yang mempengaruhi kelancaran perjalanan.

Kombinasi dari kedua faktor ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi lalu lintas di suatu kota.

Selain Bandung dan Jakarta, kota Medan juga masuk dalam daftar kota termacet dunia, berada di peringkat ke-15. Di tingkat global, Barranquilla di Kolombia menduduki posisi pertama sebagai kota dengan kemacetan terparah.

Sementara itu, London yang sempat menjadi kota termacet pada tahun 2023 kini turun ke posisi kelima, mencerminkan perubahan positif dalam pengelolaan lalu lintas.

TomTom mengumpulkan data dari 737 miliar kilometer perjalanan sepanjang tahun 2024 untuk menghasilkan laporan ini. Data lalu lintas berkualitas tinggi ini disediakan secara gratis untuk membantu pemerintah kota dan masyarakat memahami serta mengatasi masalah kemacetan.

Ralf-Peter Schäfer, Wakil Presiden Lalu Lintas TomTom, menyatakan, “Mobilitas perkotaan adalah hasil interaksi antara faktor statistik dan dinamis yang mempengaruhi pengalaman pengguna jalan.” Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap faktor-faktor tersebut, diharapkan kota-kota dapat merancang solusi yang efektif untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan kualitas hidup warganya.

You may also like