Home » BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Peningkatan Aktivitas Sesar Lembang
BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Peningkatan Aktivitas Sesar Lembang

BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Peningkatan Aktivitas Sesar Lembang

by sj
Published: Updated: 51 views

JABARTRUST,BANDUNG, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas gempa yang meningkat di wilayah Sesar Lembang dalam beberapa bulan terakhir. Data BMKG mencatat serangkaian gempa yang terjadi sejak Juni hingga Agustus 2025 di kawasan Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung.

Gempa terbaru yang tercatat yakni berkekuatan magnitudo 1,7 terjadi pada Rabu (20/8) pukul 12.28 WIB dengan pusat gempa di darat sekitar 3 kilometer barat laut Bandung Barat pada kedalaman 10 kilometer.

Selain itu, gempa yang mengejutkan terjadi pada malam harinya di Karawang dan Bekasi, Jawa Barat, dengan kekuatan magnitudo 4,7 pada pukul 19.54 WIB. Gempa susulan dengan intensitas lebih kecil juga terjadi setelahnya. BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back arc thrust).

Getaran gempa yang terjadi di Karawang dan Bekasi malam itu terasa merata ke beberapa wilayah sekitar seperti Purwakarta, Cikarang, Depok, Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi Timur, Tangerang, Pandeglang, Cianjur, Pelabuhanratu, dan Lebak.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, mengungkapkan, “Berdasarkan monitoring BMKG Bandung, aktivitas kegempaan di Sesar Lembang meningkat. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah mitigasi.”

Sementara itu, Direktur Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, menambahkan bahwa peningkatan aktivitas ini berpotensi memicu gempa pembuka (foreshock). Namun, ia menegaskan bahwa prediksi terjadinya gempa besar belum dapat dipastikan.

“Fenomena seperti ini memang menjadi perhatian karena bisa menjadi gempa pembuka. Namun, kami belum bisa memastikan kapan gempa besar akan terjadi,” jelas Daryono.

Daryono juga mengingatkan peristiwa gempa akibat aktivitas Sesar Lembang pada tahun 2011 dengan magnitudo 3,3 yang mengakibatkan kerusakan lebih dari 100 rumah di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Kerusakan tersebut diperparah oleh kedalaman gempa yang dangkal, kondisi tanah yang lunak, serta bangunan yang tidak kuat.

Penyelidik Bumi Ahli Madya dari Badan Geologi, Supartoyo, menyampaikan bahwa serangkaian gempa kecil akibat aktivitas Sesar Lembang bisa merupakan proses pelepasan energi secara bertahap.

“Tren pelepasan energi yang berlangsung secara perlahan ini cukup positif dibandingkan dengan pelepasan energi besar secara tiba-tiba, seperti yang terjadi di Cianjur,” ujarnya.

Dengan kondisi terkini ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa di masa depan.

You may also like