Home NewsRegionalBeras Organik Tasikmalaya Menembus Pasar Global: Bukti Potensi Pertanian Indonesia

Beras Organik Tasikmalaya Menembus Pasar Global: Bukti Potensi Pertanian Indonesia

by red
0 comments

Tasikmalaya, Jawa Barat – Di tengah menyediakan nasional mengenai kebutuhan beras impor, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai produsen beras organik premium yang mampu bersaing di pasar internasional. Sebanyak 40 ton beras organik dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Simpatik diberangkatkan menuju Belgia, menandai ekspor delapan belas tahun sekali dan langsung dilepas oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Pencapaian ini menempatkan Tasikmalaya sebagai satu-satunya kabupaten yang konsisten melakukan ekspor beras di tengah dinamika isu pangan nasional.

Menteri Pertanian mengapresiasi kerja keras Gapoktan Simpatik yang telah berhasil memenuhi persyaratan ketat ekspor ke mancanegara. Keberhasilan ini menjadi contoh nyata besarnya potensi pertanian organik Indonesia.

Ekspor 40 ton beras organik ke Belgia ini membawa nilai ekonomi yang signifikan. Beras organik Tasikmalaya memiliki harga jual yang menggiurkan di pasar Eropa, berkisar antara Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram di Belgia  . Bahkan, beberapa sumber menyebut harganya bisa mencapai Rp90.000 per kilogram . Perbandingan ini sangat kontras dengan harga di tingkat petani yang sekitar Rp14.000 per kilogram gabah kering giling (GKG), atau Rp20.000-Rp25.000 per kilogram di pasar lokal. Margin keuntungan yang besar ini memberikan dampak positif signifikan terhadap kesejahteraan petani.

Sejak ekspor perdana 18 ton beras organik ke Amerika Serikat pada tahun 2009, Gapoktan Simpatik dan koperasi terkait di Tasikmalaya telah mengekspor total 634.156,2 ton beras organik ke berbagai negara di Eropa (seperti Jerman, Swiss, Italia, Belanda, Belgia) serta Asia dan Amerika Serikat hingga tahun 2019. Kabupaten Tasikmalaya sendiri bahkan pernah mengekspor 771.981 ton beras organik ke berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Italia, Belgia, dan Jerman .

Kabupaten Tasikmalaya memiliki total 400 hektar lahan pertanaman padi organik. Dari luasan tersebut, 120 hektar telah tersertifikasi oleh lembaga nasional, dan 280 hektar lainnya telah memperoleh sertifikasi internasional  . Komitmen terhadap kualitas dan standar internasional ini menjadi kunci keberhasilan ekspor beras organik. Proyek Pengembangan Sistem Pertanian Terpadu di Dataran Tinggi (Upland) juga juga mendukung pengembangan kawasan padi organik seluas 500 hektar di Kecamatan Cipatujah dari tahun 2021 hingga 2024 .

Di tingkat nasional, sentra padi organik yang tersertifikasi juga terdapat di berbagai provinsi lain seperti Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, dan Bali. Di Jawa Barat, sentra organik tersebar di Tasikmalaya, Bandung, Bandung Barat, Karawang, Sukabumi, Garut, Purwakarta, Subang, Bogor, dan Cianjur.

Peluang ekspor beras organik ke pasar global masih terbuka lebar, khususnya ke negara-negara Eropa dan Amerika yang sangat memperhatikan standar keamanan pangan . Meski prosedur ekspornya rumit, termasuk keharusan produk memiliki sertifikasi internasional dan melalui pemeriksaan bersama bertahun-tahun, keuntungan yang didapat sangat menjanjikan.

Beras yang memenuhi syarat ekspor bukan sembarang beras; harus memiliki tingkat kepecahan maksimal 5% untuk beras putih, beras ketan hitam, atau beras organik dengan tingkat kepecahan maksimal 25%. Acuan pelaksanaan ekspor beras di Indonesia telah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 51/2014 dan Peraturan Menteri Perdagangan No. 19/2014. Peraturan ini memungkinkan Indonesia untuk mengekspor beras jika persediaan dalam negeri telah melebihi kebutuhan.

Ekspor beras organik tidak hanya memberikan kontribusi terhadap peningkatan devisa negara, tetapi juga secara signifikan meningkatkan kesejahteraan petani. Harga jual yang lebih tinggi dan pasar yang stabil menjadikan pertanian organik sebagai sektor yang menjanjikan bagi perekonomian lokal dan nasional.

You may also like