JABARTRUST.BANDUNG, –Performa Persib Bandung membuat para bobotoh kecewa setelah tiga laga awal di BRI Super League 2025/2026 menghadirkan hasil yang kurang memuaskan. Setelah menampilkan performa meyakinkan di masa pramusim tanpa kalah, Persib harus menghadapi kendala pada awal musim kompetisi.
Pada laga pembuka melawan Semen Padang di Bandung, Persib tampil dominan dan menang 2-0. Namun, di tiga pertandingan berikutnya, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan, satu kali imbang, dan satu kali kalah dramatis.
Lalu, apa yang menjadi penyebab Persib gagal tampil maksimal di awal musim? Berikut tiga faktor utama yang diulas dari pengalaman dan pengamatan para pengamat sepak bola:
-
Chemistry Antar-Pemain yang Belum Padat
Masuknya sejumlah pemain baru menjadi tantangan bagi pelatih Bojan Hodak. Adaptasi pemain dalam waktu singkat belum berjalan mulus. Aliran bola sering terputus di lini tengah, menghambat serangan dan memicu kesalahan yang merugikan tim. Pelatih juga mengakui adanya kelalaian dalam beberapa situasi yang berujung gol lawan. -
Lini Depan Kurang Tajam dan Konsisten
Setelah ditinggal duet maut Ciro Alves dan David da Silva, Persib mencoba mengandalkan Uilliam Barros dan Ramon Tanque. Namun, performa kedua pemain ini belum konsisten, terutama Barros yang setelah mencetak dua gol masih mendapat kritikan dari bobotoh. Kurangnya ketajaman lini depan membuat Persib kesulitan mencetak gol dan menekan lawan. -
Tekanan dan Ekspektasi Tinggi sebagai Juara Bertahan
Sebagai juara dua musim beruntun, Persib menghadapi beban mental dan tekanan untuk tampil maksimal. Ekspektasi besar dari bobotoh dan pengamat membuat setiap hasil yang tidak maksimal menjadi sorotan tajam. Hal ini mendorong kebutuhan evaluasi mendalam dan kerja keras untuk membangun kembali performa terbaik.
Meski menghadapi tantangan tersebut, dukungan dari bobotoh tetap mengalir dan pelatih Bojan Hodak menunjukkan komitmen untuk memperbaiki kondisi tim. Adaptasi lebih jauh dan konsistensi permainan diyakini menjadi kunci agar Persib dapat kembali bersaing di papan atas hingga musim berakhir.